Berita

AYO MASUK AL-MUJADDID

AYO MASUK AL-MUJADDID
Berikut kami informasikan jadwal pendaftaran santri baru pesantren terpadu al-mujaddid

KITA MENCIPTAKAN GENERASI IMAMAH

KITA MENCIPTAKAN GENERASI IMAMAH
Pelaksanaan program tahfidz sebagai fasilitas untuk melahirkan generasi qur'ani

DENGAN SENI KITA BISA MENYAMPAIKAN PESAN TANPA BATAS

DENGAN SENI KITA BISA MENYAMPAIKAN PESAN TANPA BATAS
Pesantren bukan hanya mampu berdiri di depan sebagai imam tapi juga berperan dalam menjaga budaya

MENJADIKAN MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBENTUKAN PERADABAN

MENJADIKAN MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBENTUKAN PERADABAN
Saat aktifitas sehari-hari selalu dihubungkan dengan ibadah pasti akan membawa berkah

MELALUI PRAMUKA KITA MENANAMKAN JIWA NASIONALIS

MELALUI PRAMUKA KITA MENANAMKAN JIWA NASIONALIS
Santri berperan penting dalam menjaga kestabilan dan kedamaan hudup berbangsa

Al-Mujaddid Post

Berita/module

Gallery Kegiatan Santri dan Santriwati

Galery/column

Tulisan Guru

Karya Guru/style

Tulisan Santri

Karya Santri/style

Tamu Al-Mujaddid

Tamu/carousel

Mujaddid TV (Youtube)

Mujaddid TV/box

Recent Posts

MEMBANGUN KESADARAN DARI DIRI SENDIRI

MEMBANGUN KESADARAN DARI DIRI SENDIRI

Ilustrasi: Dokumen mukim Ramadhan kelas 5 Ta. 2016-2017

Oleh: Ust. Rahmad Zulfadli, S.Pd.I

Akhir-akhir ini melihat permasalahan umat semakin rumit dari berbagai sisi, secara ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan terjadi penurunan kualitas dan kwantitas semuanya di sebabkan karena masyarakat belum menyadari berapa pentingnya membangun kesadaran dari diri sendiri. Sehingga menyebabkan terjadinya perpecahan sesama umat untuk saling menyalahan satu pihak dengan pihak yang lainnya.

Mari kita berfikir cedas sebuah negara atau wilayah akan maju saat semua lembaga-lembaga, instansi-instansi, masyarakat yang ada dalam negara atau wilayah tersebut mulai merenungkan untuk membenahi dari dalam diri masing-masing sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Yang terutama harus dibenahi adalah kualitas keimanan individual, apabila keimanannya sudah sesuai dengan aturan syariat maka akan terjadi peningkatan kualitas di semua bidang. 

Dengan keimanan yang bagus menyebabkan seseorang menjadi disiplin, teratur, teliti dan lain sebagainya. Karena islam telah mengatur semua hal yang berhubungan di dalam dunia ini dari yang amat kecil sampai hal yang amat besar, tugas kita hari ini bagaimana cara mensosialisasikan kepada semua masyarakat agar mau menumbuhkan rasa untuk membangkitkan semangat membangun kesadaran dalam diri masing-masing.

Jikalau kita memandang islam sebuah ajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits memberikan tuntunan tentang bagaimana membangun komunikasi dengan Tuhan lewat ibadah ritual seperti zikir yang harus dilakukan setiap saat sebagaimana ketika kita melaksanakan shalat, puasa, zakat dan haji. Al-Quran memberikan tuntunan hidup agar kehidupan manusia dipenuhi oleh suasana berkeadilan, kejujuran, kesetaraan, dan kesamaan, keharusan berpeduli kepada anak yatim, orang miskin, dan orang yang tertindas.

Islam juga mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta benda dengan mendistribusikan kepada orang lain dengan tetap tidak melupakan nasib sendiri, selalu bersyukur atas nikmat Allah dan karunia Allah SWT, sabar, selalu menjaga hawa nafsu, memperkukuh silaturrahmi, menjauhi tingkah laku yang merusak. Islam juga menganjarkan agar umatnya mengembangkan ilmu pengetahuan seluas-luasnya dan diperintahkan untuk berfikir tentang ciptaanNYA pada lingkungan yang tidak terbatas. Hanya zat Allah yang diberikan sinyal untuk tidak dijamah oleh pikiran manusia.

Al-Quran juga mengajarkan tentang keselamatan melalui konsep iman, amal shaleh, dan akhlak mulia. Islam juga mengajarkan untuk memelihara agama, akal, keturunan, jiwa, dan harta benda. Selain itu juga memberikan ajaran mulia dan luhur yang tidak mungkin kita sebutkan satu persatu pada tulisan yang terbatas ini.

Namun hari ini realitanya adalah umat islam masih tertinggal dari umat yang lainnya. Dari sisi ekonomi, pendidikan, pengelolaan lingkungan hidup, politik, sosial, dan budaya. Pertanyaan yang selalu diajukan adalah mengapa hal itu semua terjadi. Jawabannya tentu tidak tunggal, tetapi banyak variabel dapat digunakan untuk menjelaskannya. Disini kita akan coba lihat dari aspek bagaimana pemahaman umat islam terhadap ajaran agamanya. Menurut pengamatan penulis, Islam lebih banyak hanya dipahami dari aspek spiritualnya.

Alhamdulillah hari ini anda adalah sebagai santri di lembaga pendidikan Al-Mujaddid, sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan kepada seluruh santrinya, islam itu bukan hanya sebatas ibadah spiritual saja namun seluruh aspek yang ada dalam kihidupan ini harus di implimentasikan berdasarkan ajaran islam. Terlihat jelas dari sistem yang ada dalam Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, baik itu dari kegiatan-kegiatan, misalnya olahraga, bela diri, kursus kaligrafi, pramuka, kursus bahasa, berorganisasi, kursus musik, dan lain-lain. Semua ini dilaksanakan dengan tujuan mempersiapkan kader umat agar suatu hari kelak mampu mengatasi permasalahan umat yang selama ini terus terjadi perdebatan yang panjang.

Tatkala suatu hari nanti mereka yang sudah lulus dari lembaga pendidikan ini menjadi seseorang ilmuan, pengusaha, pedangang, politisi, ulama, pendidik, polisi, dokter, jaksa, dan profesi-profesi yang lainnya. Berangkat dengan mengucap Basmallah dan mengakhiri kerja dengan hamdallah, bekerja dengan penuh tanggung jawab, keiklasan, ketulusan, kejujuran, kesabaran, serta profesional agar tidak ada yang dirugikan. Di sela-sela bekerja tatkala masuk waktu shalat, tatkala adzan dikumandangkan segera berhenti memenuhi panggilan shalat berjama’ah dan seterusnya. Suasana kehidupan saling mengenal secara mendalam, saling kasih sayang antar-sesama, saling menghargai dan membantu, semua itu dilakukan untuk membangun kehidupan yang damai, sejahtera, dan menyelamatkan dalam rangka menuju ridha Allah swt.

Saya yakin, jika kehidupan ini sudah diwarnai oleh nilai-nilai sebagaimana yang ditawarkan Al-Quran dan hadits itu, maka berbagai problem umat ini dapat terselesaikan dengan sendirinya. Akan tetapi pertanyaan besar yang ada didepan kita adalah, bagaimana mewujudkan keadaan yang amat ideal itu. Nabi Muhammad saw berikan tuntunan dengan sabdanya, ibda’ binafsika (mulailah dari dirimu sendiri). Untuk mengubah masyarakat dimanapun dan kapanpun harus dimulai dari siapa saja yang memiliki ide perubahan itu. Oleh karena itu, jika kita sebagai seorang muslim mengiginkan nilai-nilai Al-Quran dan tauladan nabi Muhammad yang kita cintai mewarnai kehidupan keluarga kita, lingkungan kita, masyarakat kita, lembaga kita, maka tidak ada cara lain, kecuali kita mulai membangun kesadaran dari diri kita sendiri.




Ilustrasi: Dokumen mukim Ramadhan kelas 5 Ta. 2016-2017

Oleh: Ust. Rahmad Zulfadli, S.Pd.I

Akhir-akhir ini melihat permasalahan umat semakin rumit dari berbagai sisi, secara ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan terjadi penurunan kualitas dan kwantitas semuanya di sebabkan karena masyarakat belum menyadari berapa pentingnya membangun kesadaran dari diri sendiri. Sehingga menyebabkan terjadinya perpecahan sesama umat untuk saling menyalahan satu pihak dengan pihak yang lainnya.

Mari kita berfikir cedas sebuah negara atau wilayah akan maju saat semua lembaga-lembaga, instansi-instansi, masyarakat yang ada dalam negara atau wilayah tersebut mulai merenungkan untuk membenahi dari dalam diri masing-masing sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Yang terutama harus dibenahi adalah kualitas keimanan individual, apabila keimanannya sudah sesuai dengan aturan syariat maka akan terjadi peningkatan kualitas di semua bidang. 

Dengan keimanan yang bagus menyebabkan seseorang menjadi disiplin, teratur, teliti dan lain sebagainya. Karena islam telah mengatur semua hal yang berhubungan di dalam dunia ini dari yang amat kecil sampai hal yang amat besar, tugas kita hari ini bagaimana cara mensosialisasikan kepada semua masyarakat agar mau menumbuhkan rasa untuk membangkitkan semangat membangun kesadaran dalam diri masing-masing.

Jikalau kita memandang islam sebuah ajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits memberikan tuntunan tentang bagaimana membangun komunikasi dengan Tuhan lewat ibadah ritual seperti zikir yang harus dilakukan setiap saat sebagaimana ketika kita melaksanakan shalat, puasa, zakat dan haji. Al-Quran memberikan tuntunan hidup agar kehidupan manusia dipenuhi oleh suasana berkeadilan, kejujuran, kesetaraan, dan kesamaan, keharusan berpeduli kepada anak yatim, orang miskin, dan orang yang tertindas.

Islam juga mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta benda dengan mendistribusikan kepada orang lain dengan tetap tidak melupakan nasib sendiri, selalu bersyukur atas nikmat Allah dan karunia Allah SWT, sabar, selalu menjaga hawa nafsu, memperkukuh silaturrahmi, menjauhi tingkah laku yang merusak. Islam juga menganjarkan agar umatnya mengembangkan ilmu pengetahuan seluas-luasnya dan diperintahkan untuk berfikir tentang ciptaanNYA pada lingkungan yang tidak terbatas. Hanya zat Allah yang diberikan sinyal untuk tidak dijamah oleh pikiran manusia.

Al-Quran juga mengajarkan tentang keselamatan melalui konsep iman, amal shaleh, dan akhlak mulia. Islam juga mengajarkan untuk memelihara agama, akal, keturunan, jiwa, dan harta benda. Selain itu juga memberikan ajaran mulia dan luhur yang tidak mungkin kita sebutkan satu persatu pada tulisan yang terbatas ini.

Namun hari ini realitanya adalah umat islam masih tertinggal dari umat yang lainnya. Dari sisi ekonomi, pendidikan, pengelolaan lingkungan hidup, politik, sosial, dan budaya. Pertanyaan yang selalu diajukan adalah mengapa hal itu semua terjadi. Jawabannya tentu tidak tunggal, tetapi banyak variabel dapat digunakan untuk menjelaskannya. Disini kita akan coba lihat dari aspek bagaimana pemahaman umat islam terhadap ajaran agamanya. Menurut pengamatan penulis, Islam lebih banyak hanya dipahami dari aspek spiritualnya.

Alhamdulillah hari ini anda adalah sebagai santri di lembaga pendidikan Al-Mujaddid, sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan kepada seluruh santrinya, islam itu bukan hanya sebatas ibadah spiritual saja namun seluruh aspek yang ada dalam kihidupan ini harus di implimentasikan berdasarkan ajaran islam. Terlihat jelas dari sistem yang ada dalam Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, baik itu dari kegiatan-kegiatan, misalnya olahraga, bela diri, kursus kaligrafi, pramuka, kursus bahasa, berorganisasi, kursus musik, dan lain-lain. Semua ini dilaksanakan dengan tujuan mempersiapkan kader umat agar suatu hari kelak mampu mengatasi permasalahan umat yang selama ini terus terjadi perdebatan yang panjang.

Tatkala suatu hari nanti mereka yang sudah lulus dari lembaga pendidikan ini menjadi seseorang ilmuan, pengusaha, pedangang, politisi, ulama, pendidik, polisi, dokter, jaksa, dan profesi-profesi yang lainnya. Berangkat dengan mengucap Basmallah dan mengakhiri kerja dengan hamdallah, bekerja dengan penuh tanggung jawab, keiklasan, ketulusan, kejujuran, kesabaran, serta profesional agar tidak ada yang dirugikan. Di sela-sela bekerja tatkala masuk waktu shalat, tatkala adzan dikumandangkan segera berhenti memenuhi panggilan shalat berjama’ah dan seterusnya. Suasana kehidupan saling mengenal secara mendalam, saling kasih sayang antar-sesama, saling menghargai dan membantu, semua itu dilakukan untuk membangun kehidupan yang damai, sejahtera, dan menyelamatkan dalam rangka menuju ridha Allah swt.

Saya yakin, jika kehidupan ini sudah diwarnai oleh nilai-nilai sebagaimana yang ditawarkan Al-Quran dan hadits itu, maka berbagai problem umat ini dapat terselesaikan dengan sendirinya. Akan tetapi pertanyaan besar yang ada didepan kita adalah, bagaimana mewujudkan keadaan yang amat ideal itu. Nabi Muhammad saw berikan tuntunan dengan sabdanya, ibda’ binafsika (mulailah dari dirimu sendiri). Untuk mengubah masyarakat dimanapun dan kapanpun harus dimulai dari siapa saja yang memiliki ide perubahan itu. Oleh karena itu, jika kita sebagai seorang muslim mengiginkan nilai-nilai Al-Quran dan tauladan nabi Muhammad yang kita cintai mewarnai kehidupan keluarga kita, lingkungan kita, masyarakat kita, lembaga kita, maka tidak ada cara lain, kecuali kita mulai membangun kesadaran dari diri kita sendiri.




Vlog Kenangan Indah Kelas 1 tahun 2017-2018

Vlog Kenangan Indah Kelas 1 tahun 2017-2018



SHORT FILM ~ SIKAP


Makna Panja Jiwa Pesantren

Makna Panja Jiwa Pesantren

Berikut adalah penjelasan Panja Jiwa pesantren sebagai falsafah kehidupan


Berikut adalah penjelasan Panja Jiwa pesantren sebagai falsafah kehidupan


Profil Pesantren Terpadu Al-Mujaddid Sabang

Profil Pesantren Terpadu Al-Mujaddid Sabang



PROFIL PESANTREN
Pesantren Terpadu Al-Mujaddidadalah sebuah Lembaga Pendidikan Islam Terpadu milik Pemerintah Kota Sabang yang mengintegrasikan kurikulum Pesantren Modern Gontor dan kurikulum Pendidikan Nasional. Dengan sistem berasrama (Boarding School) diharapkan para santri dapat sepenuhnya (kaffah) menginternalisasikan ilmu agama dan umum dalam satu kesatuan yang utuh dan komprehensif serta dapat menjangkau seluruh ranah pengembangan pribadi baik kognitif, afektif dan psikomotorik. Tanpa ada dikotomisasi ilmu agama dan umum. Sistem pendidikan inilah yang mendasari Al-Mujaddid disebut sebagai Pesantren Terpadu, yang memadukan dua sistem pendidikan.

LANDASAN INSTITUSIONAL
            Landasan Institusional atau kelembagaan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid mencakup 4 unsur, yaitu: nilai-nilai dasar, visi dan misi, orientasi pendidikan dan falsafah atau moto pendidikan.

NILAI-NILAI DASAR PESANTREN
1.      Keislaman
Aqidah, syari’ah, akhlak,tradisi keilmuan dan kerohanian islam
2.      Ke-Indonesiaan
Pancasila dan UUD 1945 Undang-undang tentang system pendidikan nasional dan Undang-undang lainnya yang terkait Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.      Ke-Pesantrenan
Panca Jiwa Pesantren: keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwwah islamiyah,  kemandirian, kebebasan dan tradisi luhur (sunnah) pesantren.

VISI, MISI, DAN TUJUAN
1.      VISI
Pesantren Terpadu Al-Mujaddid mempunyai Visi:  “sebagai lembaga pendidikan islam yang mencetak kader-kader pemimpin dan menjadi tempat ibadah serta sumber ilmu pengetahuan agama, umum, bahasa, teknologi serta pengembangan life skill.  

2.      MISI
Sedangkan misi yang dibawa adalah:
a.         Mempersiapkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah.
b.         Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berfikiran bebas serta berkhidmat kepada masyarakat.
c.         Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
d.        Mempersiapkan generasi yang unggul dan berkualitas, menguasai bahasa Inggris dan Arab.

3.      TUJUAN
a.       Terwujudnya generasi mukmin muslim Aceh yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas serta berkhidmat pada masyarakat.
b.      Melahirkan ulama intelek yang memiliki keseimbangan zikir dan pikir.
c.       Mewujudkan warga negara yang berkepribadiaan Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT.
d.      Menjaga Aceh sebagai serambi mekkah.

ORIENTASI PENDIDIKAN
·         Pengkaderan
·         Kemasyarakatan
·         Tidak berpartai, sebagai perekat umat, dengan prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan
·         Ibadah thalabul ilmi

FALSAFAH
1.      Falsafah Kelembagaan
·         Pesantren Terpadu Al-Mujaddid berdiri di atas dan untuk semua golongan
·         Pesantren Terpadu Al-Mujaddid adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan
2.      Falsafah Kependidikan
·         Apa yang dilihat, didengar, dikerjakan, dirasakan, dan di alami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan.
·         Hidup sekali, hiduplah yang berarti
·         Berjasalah tetapi jangan minta jasa.
·         Mau dipimpin dan siap memimpin, patah tumbuh hilang berganti.
·         Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.
·         Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak.
·         In uriidu illa al-ishlah ( Aku tak bermaksud kecuali perbaikan) QA. Hud:87
·         Khair al-nas anfa’uhum li al-nas (Sebaik-baik manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi sesama)
·         Pendidikan itu by doing, bukan by lips
·         Berbuatlah melebihi apa yang telah diperbuat oleh para pendahulu
·         Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan.
3.      Falsafah Pembelajaran
·         Metode lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri.
·         Pesantren member kail, tidak member ikan.
·         Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
·         Pelajaran di Pesantren: agama 100% dan umum 100%

KURIKULUM
1.      MATERI PENDIDIKAN
·         Keimanan
·         Keislaman.
·         Aklhaq Karimah.
·         Keilmuan (Matematika, Kimin, Fisika, dll).
·         Kewarganegaraan/Kebangsaan.
·         Kesenian dan Keindahan (Estetika).
·         Kewiraswastaan dan Ketrampilan teknis.
·         Dakwah dan Kemasyarakatan.
·         Kepemimpinan dan Manajemen
·         Keguruan
·         Kepesantrenan
·         Pendidikan Kewanitaan (at-Tarbiyah an-Nisaiyah)
·         Pendidkan Jasmani dan Kesehatan

PROGRAM PENDIDIKAN
            Program Pendidikan dalam Sistem KMI yang diintegrasikan dengan Sistem Pendidikan Nasional mencakup seluruh kegiatan santri yang berdomisi di dalam asrama dan berdisiplin selama 24 jam penuh, di bawah bimbingan para ustadz/ustadzah.
            Oleh karenanya, kurikulum KMI tidak terbatas pada pelajaran di kelas, melainkan keseluruhan kegiatan di dalam dan di luar kelas yang merupakan proses pendidikan yang tidak terpisahkan. Sementara SMP-SMA sebagai mitra KMI dalam kegiatan belajar mengajar di beberapa mata pelajaran umum.
            Untuk memudahkan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, maka program-program tersebut bisa dilelompokkan menjadi:

1.      INTRA-KURIKULER
Dilaksanakan didalam kelas (classical learning) yang meliputi beberapa mata pelajaran yang terkelompok sebagai  berikut:
a.       Ulum Islamiyah (Pelajaran Agama)
·         Al-Quran, Tajwid, Ta
·         Tajwid
·         Tarjamah
·         Hadits
·         Musthalah Hadits
·         Fiqih
·         Faraid
·         Tauhid
·         Al-Din al-Islamy (Tsaqofah Islamiyah)
·         Muqaranat al-Adyan
·         Tarikh Islam
b.      Ulum Lughawiyah ( Pelajaran Bahasa)
·         Imla’
·         Tamrin Lughah
·         Insya’
·         Muthala’ah
·         Nahwu
·         Sharaf
·         Balaghah
·         Tarikh adab al-Lughah
·         Mahfuzhat (Nushush ‘Arobiyah)
·         Al-Mu’jam
·         Khath
·         Bahasa Inggris
·         Grammar
·         Reading
·         Bahasa Indonesia
c.       Ulum amah (Pelajaran Umum)
·         Matematika
·         Fisika
·         Kimia
·         Biologi
·         Geografi
·         Sejarah
·         Ekonomi
·         PPKn
·         TIK

2.      KO-KURIKULER
Dilaksanakan di luar jam sekolah di bawah bimbingan guru-guru dan santri-santri senior yang meliputi hal-hal berikut:
a.       Ibadah Amaliyah:
·         Shalat
·         Puasa
·         Membaca Quran
·         Dzikir, wirid, dan do’a
·         Serta ibadah-ibadah lainnya
b.      Ekstensif Learning:
·         Pembinaan dan pengembangan 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
·         Belajar Muwajjah (Tutorial) di malam hari
·         Pengkajian kitab-kitab klasik
·         Latihan dan Lomba Pidato dalam 3 bahasa
·         Cerdas cermat
·         Diskusi, seminar, symposium dan bedah buku
c.       Praktek dan Bimbingan:
·         Praktek adab dan sopan santun/etika
·         Praktek mengajar/keguruan
·         Praktek laboratorium ipa
·         Praktek dakwah kemasyarakatan
·         Praktek manasik haji
·         Praktek menyelenggarakan jenazah
·         Bimbingan dan penyuluhan
·         Kursus instruktur muda (kim)

3.      EKSTRA KURIKULER
Dilaksanakan di luar sekolah oleh pengurus organisasi santri, di bawah bimbingan Ustadz dan ustadzah. Kegiatan ekstrakurikuler ini antara lain meliputi:
·         Latihan dan praktek berorganisasi (kepemimpinan dan manajemen)
·         OSPM, Organisasi Santri Pesantren Al-Mujaddid
·         Kursus-kursus dan Latihan-latihan (Pramuka, Silat, ketrampilan, kesenian, kesehatan, olahraga, perkoperasian, kewiraswastaan, sadar lingkungan, bahasa, jurnalistik, retorika, dan lain-lain)
·         Dinamika kelompok santri (baik kelompok-kelompok wajib, ataupun kelompok-kelompok minat)
·         Pembekalan calon alumni KMI
PROSES TRANSFORMASI

            Elemen-elemen yang terlibat dan atau digunakan dalam proses transformasi (pendidikan)
1.      Metode Pendidikan
·         Mempertahankan cara-cara lama yang baik, dan mengakomodasi cara-cara baru yang lebih baik.
·         Mengacu pada efektifitas, efisiensi dan akselerasi.
·         Berorientasi pada pencapaian tujuan transformasi ilmu dengan pengembangan kepribadian.
·         Ditekankan pada upaya-upaya keteladanan, pembiasaan, pembentukan miliu, pengarahan, penugasan, dan pengawasan dengan quality control
2.      Manajemen
·         Dilaksanakan secara modern dengan falsafah ikhlas, cerdas, dan terampil
·         Meliputi manajemen administrative, operasional, personalia, dan edukatif.
·         Berorientasi pada upaya pelaksanaan tugas, pencapaian hasil, serta pengembangan dan pengamalannya (task and achievement oriented)
3.      Sumber Daya  Manusia
·         Tenaga-tenaga adukatif terdiri dari:
·         Pimpinan dan Pengasuh Pesantren, sebagai central figure sekaligus moral force bagi seluruh warga pesantren
·         Direktur
·         Ustadz dan Ustadzah
·         Guru-guru yang professional dan berkepribadian luhur dan sejalan dengan landasan pendidikan Pesantren
4.      Dana dan Sarana
·         Dari APBD kota Sabang
·         Bantuan-bantuan
·         Diusahakan dengan cara-cara yang halal dan baik secara mandiri
·         Mengacu pada jiwa kemandirian dan kesederhanaan
·         Dikelola dengan manajemen yang modern dan amanah
·         Tetap disikapi sebagai alat bukan tujuan
5.      Lingkungan
·         Lingkungan, mencakup seluruh totalitas kehidupan Pesantren; semua yang dilihat, didengar, dikerjaka, dirasakan, dan dialami santri harus mengandung unsur pendidikan.
·         Diciptakan untuk selalu edukatif dan kondusif.
·         Disikapi sebagai salah satu unsure komplementatif bukan suplementatif.



SUPERVISI DAN EVALUASI
1.      SUPERVISI
a.       Berdasarkan Waktu
Harian
Mingguan
Bulanan
Semesteran
Tahunan
b.      Berdasarkan Bentuknya
Taftisy i’dad (supervisi satuan pelajaran/persiapan mengajar)
Naqd al-tadris (supervisi kegiatan pembelajaran)
Ta’hil al-mudarrisin (pengayaan materi pelajaran untuk para guru)
Kontrol koreksian guru
Pengarahan terpadu mingguan (evaluasi mingguan)
Rapat-rapat koordinasi dab orientasi
2.      EVALUASI
a.       Berdasarkan Jenisnya
Ujian masuk
Muraja’ah ‘ammah (mid semester)
Ujian semester
Ujian akhir/niha’ie (uas)
b.      Berdasarkan Bentuknya
Ujian lisan (syafahi)
Ujian tulis (tahriri)
Ujian praktek (tathbiqi)

INPUT DAN OUTPUT
INPUT
            Input (calon santri) harus memenuhi syarat-syarat berikut:
1.      Syarat-syarat administratif
Berijazah SD/MI untuk program SMP
Berijazah SMP/MTs untuk program SMA
Memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan
2.      Syarat-syarat moralitas dan afeksi
Memiliki latar belakang kehidupan pribadi, keluarga, dan sosial yang baik.
Siap hidup berdisiplin di dalam Pesantren dalam suasana damai dan dinamis
Berniat untuk menyelesaikan studinya sampai tamat
3.      Syarat-syarat kognisi dan psikomotor
Bisa melaksanakan ibadah sehari-hari dengan baik dan benar
Lancar membaca Al-Quran dan menulis Arab
Menguasai dasar-dasar ‘ulum islamiyah (pengetahuan agama islam)
Menguasai dasar-dasar matematika dan bahasa indonesia
Menguasai dasar-dasar ‘ulum ‘ammah (pengetahuan umum)


OUTPUT
            Setelah menerima pendidikan selama 6 tahun atau 3 tahun. Diharapkan santri Al-Mujaddid menjadi alumni (output) yang memiliki kualifikasi sebagai berikut:
            Mukmin, muslim dan muhsin
Berilmu dan berpengetahuan luas
Komit pada perjuangan
Perekat ummat
Berjiwa guru
Warga Negara yang baik

Mandiri


PROFIL PESANTREN
Pesantren Terpadu Al-Mujaddidadalah sebuah Lembaga Pendidikan Islam Terpadu milik Pemerintah Kota Sabang yang mengintegrasikan kurikulum Pesantren Modern Gontor dan kurikulum Pendidikan Nasional. Dengan sistem berasrama (Boarding School) diharapkan para santri dapat sepenuhnya (kaffah) menginternalisasikan ilmu agama dan umum dalam satu kesatuan yang utuh dan komprehensif serta dapat menjangkau seluruh ranah pengembangan pribadi baik kognitif, afektif dan psikomotorik. Tanpa ada dikotomisasi ilmu agama dan umum. Sistem pendidikan inilah yang mendasari Al-Mujaddid disebut sebagai Pesantren Terpadu, yang memadukan dua sistem pendidikan.

LANDASAN INSTITUSIONAL
            Landasan Institusional atau kelembagaan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid mencakup 4 unsur, yaitu: nilai-nilai dasar, visi dan misi, orientasi pendidikan dan falsafah atau moto pendidikan.

NILAI-NILAI DASAR PESANTREN
1.      Keislaman
Aqidah, syari’ah, akhlak,tradisi keilmuan dan kerohanian islam
2.      Ke-Indonesiaan
Pancasila dan UUD 1945 Undang-undang tentang system pendidikan nasional dan Undang-undang lainnya yang terkait Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.      Ke-Pesantrenan
Panca Jiwa Pesantren: keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwwah islamiyah,  kemandirian, kebebasan dan tradisi luhur (sunnah) pesantren.

VISI, MISI, DAN TUJUAN
1.      VISI
Pesantren Terpadu Al-Mujaddid mempunyai Visi:  “sebagai lembaga pendidikan islam yang mencetak kader-kader pemimpin dan menjadi tempat ibadah serta sumber ilmu pengetahuan agama, umum, bahasa, teknologi serta pengembangan life skill.  

2.      MISI
Sedangkan misi yang dibawa adalah:
a.         Mempersiapkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah.
b.         Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berfikiran bebas serta berkhidmat kepada masyarakat.
c.         Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
d.        Mempersiapkan generasi yang unggul dan berkualitas, menguasai bahasa Inggris dan Arab.

3.      TUJUAN
a.       Terwujudnya generasi mukmin muslim Aceh yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas serta berkhidmat pada masyarakat.
b.      Melahirkan ulama intelek yang memiliki keseimbangan zikir dan pikir.
c.       Mewujudkan warga negara yang berkepribadiaan Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT.
d.      Menjaga Aceh sebagai serambi mekkah.

ORIENTASI PENDIDIKAN
·         Pengkaderan
·         Kemasyarakatan
·         Tidak berpartai, sebagai perekat umat, dengan prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan
·         Ibadah thalabul ilmi

FALSAFAH
1.      Falsafah Kelembagaan
·         Pesantren Terpadu Al-Mujaddid berdiri di atas dan untuk semua golongan
·         Pesantren Terpadu Al-Mujaddid adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan
2.      Falsafah Kependidikan
·         Apa yang dilihat, didengar, dikerjakan, dirasakan, dan di alami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan.
·         Hidup sekali, hiduplah yang berarti
·         Berjasalah tetapi jangan minta jasa.
·         Mau dipimpin dan siap memimpin, patah tumbuh hilang berganti.
·         Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.
·         Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak.
·         In uriidu illa al-ishlah ( Aku tak bermaksud kecuali perbaikan) QA. Hud:87
·         Khair al-nas anfa’uhum li al-nas (Sebaik-baik manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi sesama)
·         Pendidikan itu by doing, bukan by lips
·         Berbuatlah melebihi apa yang telah diperbuat oleh para pendahulu
·         Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan.
3.      Falsafah Pembelajaran
·         Metode lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri.
·         Pesantren member kail, tidak member ikan.
·         Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
·         Pelajaran di Pesantren: agama 100% dan umum 100%

KURIKULUM
1.      MATERI PENDIDIKAN
·         Keimanan
·         Keislaman.
·         Aklhaq Karimah.
·         Keilmuan (Matematika, Kimin, Fisika, dll).
·         Kewarganegaraan/Kebangsaan.
·         Kesenian dan Keindahan (Estetika).
·         Kewiraswastaan dan Ketrampilan teknis.
·         Dakwah dan Kemasyarakatan.
·         Kepemimpinan dan Manajemen
·         Keguruan
·         Kepesantrenan
·         Pendidikan Kewanitaan (at-Tarbiyah an-Nisaiyah)
·         Pendidkan Jasmani dan Kesehatan

PROGRAM PENDIDIKAN
            Program Pendidikan dalam Sistem KMI yang diintegrasikan dengan Sistem Pendidikan Nasional mencakup seluruh kegiatan santri yang berdomisi di dalam asrama dan berdisiplin selama 24 jam penuh, di bawah bimbingan para ustadz/ustadzah.
            Oleh karenanya, kurikulum KMI tidak terbatas pada pelajaran di kelas, melainkan keseluruhan kegiatan di dalam dan di luar kelas yang merupakan proses pendidikan yang tidak terpisahkan. Sementara SMP-SMA sebagai mitra KMI dalam kegiatan belajar mengajar di beberapa mata pelajaran umum.
            Untuk memudahkan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, maka program-program tersebut bisa dilelompokkan menjadi:

1.      INTRA-KURIKULER
Dilaksanakan didalam kelas (classical learning) yang meliputi beberapa mata pelajaran yang terkelompok sebagai  berikut:
a.       Ulum Islamiyah (Pelajaran Agama)
·         Al-Quran, Tajwid, Ta
·         Tajwid
·         Tarjamah
·         Hadits
·         Musthalah Hadits
·         Fiqih
·         Faraid
·         Tauhid
·         Al-Din al-Islamy (Tsaqofah Islamiyah)
·         Muqaranat al-Adyan
·         Tarikh Islam
b.      Ulum Lughawiyah ( Pelajaran Bahasa)
·         Imla’
·         Tamrin Lughah
·         Insya’
·         Muthala’ah
·         Nahwu
·         Sharaf
·         Balaghah
·         Tarikh adab al-Lughah
·         Mahfuzhat (Nushush ‘Arobiyah)
·         Al-Mu’jam
·         Khath
·         Bahasa Inggris
·         Grammar
·         Reading
·         Bahasa Indonesia
c.       Ulum amah (Pelajaran Umum)
·         Matematika
·         Fisika
·         Kimia
·         Biologi
·         Geografi
·         Sejarah
·         Ekonomi
·         PPKn
·         TIK

2.      KO-KURIKULER
Dilaksanakan di luar jam sekolah di bawah bimbingan guru-guru dan santri-santri senior yang meliputi hal-hal berikut:
a.       Ibadah Amaliyah:
·         Shalat
·         Puasa
·         Membaca Quran
·         Dzikir, wirid, dan do’a
·         Serta ibadah-ibadah lainnya
b.      Ekstensif Learning:
·         Pembinaan dan pengembangan 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
·         Belajar Muwajjah (Tutorial) di malam hari
·         Pengkajian kitab-kitab klasik
·         Latihan dan Lomba Pidato dalam 3 bahasa
·         Cerdas cermat
·         Diskusi, seminar, symposium dan bedah buku
c.       Praktek dan Bimbingan:
·         Praktek adab dan sopan santun/etika
·         Praktek mengajar/keguruan
·         Praktek laboratorium ipa
·         Praktek dakwah kemasyarakatan
·         Praktek manasik haji
·         Praktek menyelenggarakan jenazah
·         Bimbingan dan penyuluhan
·         Kursus instruktur muda (kim)

3.      EKSTRA KURIKULER
Dilaksanakan di luar sekolah oleh pengurus organisasi santri, di bawah bimbingan Ustadz dan ustadzah. Kegiatan ekstrakurikuler ini antara lain meliputi:
·         Latihan dan praktek berorganisasi (kepemimpinan dan manajemen)
·         OSPM, Organisasi Santri Pesantren Al-Mujaddid
·         Kursus-kursus dan Latihan-latihan (Pramuka, Silat, ketrampilan, kesenian, kesehatan, olahraga, perkoperasian, kewiraswastaan, sadar lingkungan, bahasa, jurnalistik, retorika, dan lain-lain)
·         Dinamika kelompok santri (baik kelompok-kelompok wajib, ataupun kelompok-kelompok minat)
·         Pembekalan calon alumni KMI
PROSES TRANSFORMASI

            Elemen-elemen yang terlibat dan atau digunakan dalam proses transformasi (pendidikan)
1.      Metode Pendidikan
·         Mempertahankan cara-cara lama yang baik, dan mengakomodasi cara-cara baru yang lebih baik.
·         Mengacu pada efektifitas, efisiensi dan akselerasi.
·         Berorientasi pada pencapaian tujuan transformasi ilmu dengan pengembangan kepribadian.
·         Ditekankan pada upaya-upaya keteladanan, pembiasaan, pembentukan miliu, pengarahan, penugasan, dan pengawasan dengan quality control
2.      Manajemen
·         Dilaksanakan secara modern dengan falsafah ikhlas, cerdas, dan terampil
·         Meliputi manajemen administrative, operasional, personalia, dan edukatif.
·         Berorientasi pada upaya pelaksanaan tugas, pencapaian hasil, serta pengembangan dan pengamalannya (task and achievement oriented)
3.      Sumber Daya  Manusia
·         Tenaga-tenaga adukatif terdiri dari:
·         Pimpinan dan Pengasuh Pesantren, sebagai central figure sekaligus moral force bagi seluruh warga pesantren
·         Direktur
·         Ustadz dan Ustadzah
·         Guru-guru yang professional dan berkepribadian luhur dan sejalan dengan landasan pendidikan Pesantren
4.      Dana dan Sarana
·         Dari APBD kota Sabang
·         Bantuan-bantuan
·         Diusahakan dengan cara-cara yang halal dan baik secara mandiri
·         Mengacu pada jiwa kemandirian dan kesederhanaan
·         Dikelola dengan manajemen yang modern dan amanah
·         Tetap disikapi sebagai alat bukan tujuan
5.      Lingkungan
·         Lingkungan, mencakup seluruh totalitas kehidupan Pesantren; semua yang dilihat, didengar, dikerjaka, dirasakan, dan dialami santri harus mengandung unsur pendidikan.
·         Diciptakan untuk selalu edukatif dan kondusif.
·         Disikapi sebagai salah satu unsure komplementatif bukan suplementatif.



SUPERVISI DAN EVALUASI
1.      SUPERVISI
a.       Berdasarkan Waktu
Harian
Mingguan
Bulanan
Semesteran
Tahunan
b.      Berdasarkan Bentuknya
Taftisy i’dad (supervisi satuan pelajaran/persiapan mengajar)
Naqd al-tadris (supervisi kegiatan pembelajaran)
Ta’hil al-mudarrisin (pengayaan materi pelajaran untuk para guru)
Kontrol koreksian guru
Pengarahan terpadu mingguan (evaluasi mingguan)
Rapat-rapat koordinasi dab orientasi
2.      EVALUASI
a.       Berdasarkan Jenisnya
Ujian masuk
Muraja’ah ‘ammah (mid semester)
Ujian semester
Ujian akhir/niha’ie (uas)
b.      Berdasarkan Bentuknya
Ujian lisan (syafahi)
Ujian tulis (tahriri)
Ujian praktek (tathbiqi)

INPUT DAN OUTPUT
INPUT
            Input (calon santri) harus memenuhi syarat-syarat berikut:
1.      Syarat-syarat administratif
Berijazah SD/MI untuk program SMP
Berijazah SMP/MTs untuk program SMA
Memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan
2.      Syarat-syarat moralitas dan afeksi
Memiliki latar belakang kehidupan pribadi, keluarga, dan sosial yang baik.
Siap hidup berdisiplin di dalam Pesantren dalam suasana damai dan dinamis
Berniat untuk menyelesaikan studinya sampai tamat
3.      Syarat-syarat kognisi dan psikomotor
Bisa melaksanakan ibadah sehari-hari dengan baik dan benar
Lancar membaca Al-Quran dan menulis Arab
Menguasai dasar-dasar ‘ulum islamiyah (pengetahuan agama islam)
Menguasai dasar-dasar matematika dan bahasa indonesia
Menguasai dasar-dasar ‘ulum ‘ammah (pengetahuan umum)


OUTPUT
            Setelah menerima pendidikan selama 6 tahun atau 3 tahun. Diharapkan santri Al-Mujaddid menjadi alumni (output) yang memiliki kualifikasi sebagai berikut:
            Mukmin, muslim dan muhsin
Berilmu dan berpengetahuan luas
Komit pada perjuangan
Perekat ummat
Berjiwa guru
Warga Negara yang baik

Mandiri
adv/http://www.almujaddid.com/2017/04/jasa-cetak-spanduk-murah-dan-cepat-di.html|https://1.bp.blogspot.com/-wqoLB8Dsq44/WpOWhoV5slI/AAAAAAAAD0I/SkIi4mjhPWQtuwTIlgwgQ4sjfs5oM4ONwCLcBGAs/s1600/Iklan%2BWeb%2BAl-Mujaddid.jpg
adv / http://www.almujaddid.com/2018/02/pesantren-terpadu-al-mujaddid-buka.html | https://3.bp.blogspot.com/-X-2xp78fF44/WpQkBUN9b0I/AAAAAAAAD00/4P7C7uR-Z08taGC5G3_ZHFnoLS0m8S50ACLcBGAs/s1600/Webp.net-gifmaker.gif

Random Posts

randomposts

Like Us

fb/https://www.facebook.com/MujaddidSabang