Sabang— Dayah Ar-Risalah Calang, Aceh Jaya, melaksanakan kegiatan study tour ke Kota Sabang dengan menjadikan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid sebagai salah satu tujuan kunjungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarpesantren.
Rombongan Dayah Ar-Risalah terdiri atas 19 santriwati, 9 santriwan, 4 ustazd, dan 3 ustazah. Rombongan berada di Kota Sabang dari tanggal 19 Agustus hingga 21 Agustus 2026 dengan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan bersama pihak Pesantren Terpadu Al-Mujaddid.
Pada 19 Agustus, rombongan melakukan silaturahmi dengan pimpinan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi antarlembaga pendidikan pesantren.
Selanjutnya, pada 20 Agustus, rombongan mengikuti agenda kunjungan ke Tugu Kilometer Nol Indonesia dan Pulau Rubiah. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan, rombongan kembali untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda berikutnya.
Pada 21 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan FGD (Forum Group Discussion) bagian OSPM bersama OSDA antarbagian sebagai wadah bertukar wawasan dan pengalaman antarpesantren. Setelah forum diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan "pertandingan sepak bola persahabatan" antara santri Pesantren Terpadu Al-Mujaddid dan Dayah Ar-Risalah Calang.
Pertandingan berlangsung dengan penuh semangat dan suasana persahabatan. Dalam laga tersebut, Pesantren Terpadu Al-Mujaddid berhasil meraih kemenangan dengan skor 7–3 atas Dayah Ar-Risalah Calang. Meskipun berakhir dengan kemenangan Al-Mujaddid, pertandingan tetap berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi salah satu momen kebersamaan dalam rangkaian kunjungan.
Usai seluruh rangkaian kegiatan, rombongan Dayah Ar-Risalah Calang bersiap kembali ke Aceh Jaya. Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan wisata, tetapi juga mempererat silaturahmi, menambah wawasan santri, serta memperkuat hubungan persaudaraan antarpesantren.
Narasumber: Ustadzah Marzatillah ( Pembimbing BAPENTA pesantren terpadu Al mujaddid)
Jurnalis: Ustadzah Hudzaifah Shadira Hutomo
bagus kan? ayo komen
0 Komentar