RESMI DIBUKA! PENERIMAAN SANTRI BARU DAYAH JAZIRATUL QUR'AN (T.A. 2026/2027), KUOTA HANYA 20 SANTRI TERPILIH

Sabang — Dayah Jaziratul Qur'an secara resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kesempatan ini menjadi pintu bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan berbasis Al-Qur'an, pembinaan akhlak, dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam lingkungan dayah yang kondusif dan islami.

Untuk menjaga kualitas pendidikan dan pembinaan yang maksimal, pihak dayah menetapkan kuota penerimaan yang sangat terbatas, yakni hanya 20 santri. Kebijakan ini dilakukan agar setiap santri memperoleh pendampingan, perhatian, dan pembinaan yang lebih intensif selama menempuh pendidikan.

Masyarakat dan para orang tua yang menginginkan pendidikan Qurani bagi putra-putranya diimbau untuk segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.

"Kuota Terbatas, Kesempatan Istimewa: Hanya 20 Santri Akan Menjadi Angkatan Perdana Generasi Qurani Dayah Jaziratul Qur'an Tahun Ini."

Penerimaan Santri Baru Dayah Jaziratul Qur'an Tahun Ajaran 2026/2027
(Sabang - Aceh - Indonesia)

Profil Dayah Jaziratul Qur’an
(Tahfizul Quran-kitab Kuning-Bahasa Arab) — program utamanya

Di ujung Barat Nusantara, di tanah Pulau Weh yang dikelilingi lautan dan keindahan alam Kota Sabang, berdiri sebuah lembaga pendidikan Islam yang lahir dari cita-cita menghadirkan generasi Qur’ani yang berilmu, beradab, dan siap berkhidmat untuk agama serta umat. Lembaga tersebut bernama Dayah Jaziratul Qur’an, sebuah dayah yang dibangun atas semangat Al-Qur’an, tradisi keilmuan ulama (kitab Turast/kuning), dan nilai-nilai pendidikan Islam yang hidup dalam masyarakat Aceh sejak dahulu kala.

Pemilihan kata dayah bukan sekadar penamaan, melainkan identitas dan ruh pendidikan yang melekat kuat dalam sejarah Aceh. Dalam tradisi Aceh, dayah merupakan pusat pembinaan ilmu, akhlak, ruhani, dan perjuangan umat. Sementara itu, nama Jaziratul Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “Pulau Al-Qur’an.” Nama ini memiliki makna yang erat dengan letak geografisnya di Pulau Weh, Kota Sabang, sekaligus menjadi simbol harapan dan arah perjuangan pendidikan yang diemban. Sebagaimana sebuah pulau menjadi tempat berlabuh di tengah luasnya lautan, Dayah Jaziratul Qur’an diharapkan menjadi tempat berteduh bagi lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, kokoh akidahnya, mulia akhlaknya, dan teguh menghadapi arus perubahan zaman.

Sejarah Berdiri

Berdirinya Dayah Jaziratul Qur’an tidak terlepas dari semangat wakaf dan kepedulian terhadap pendidikan Islam. Tanah tempat berdirinya dayah ini merupakan wakaf dari Saudara Abdul Muis kepada Yayasan Pesantren Terpadu Almujaddid pada tanggal 4 November 2020. Wakaf tersebut diniatkan sebagai amal jariyah untuk pembangunan pondok pesantren tahfiz yang diharapkan dapat melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an dan penerus perjuangan dakwah Islam di masa mendatang. Semangat wakaf ini menjadi pondasi penting dalam perjalanan dayah, sekaligus mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian umat dalam membangun pendidikan Islam yang berkelanjutan.

Lokasi dan Lingkungan Dayah

Dayah Jaziratul Qur’an berlokasi di Desa Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh, tepatnya di Jalan Cot Abeuk, di depan Sekolah Terpadu dan sekitar seratus meter ke arah dalam. Berdiri di atas tanah seluas 4.796 meter persegi, dayah ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun pusat pendidikan Islam berbasis tahfiz dan kajian turats di wilayah paling Barat Indonesia. Lingkungan Pulau Weh yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan diharapkan mampu menghadirkan suasana pendidikan yang kondusif bagi pembinaan ilmu, ibadah, dan pembentukan karakter santri.

Karakter dan Sistem Pendidikan

Sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis dayah dan tahfiz, Dayah Jaziratul Qur’an mengembangkan pembinaan yang memadukan antara kedalaman ilmu syar’i, pembentukan adab, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman. Beberapa karakter utama pendidikan di dayah ini yaitu memadukan pembinaan tahfiz Al-Qur’an, kajian kitab turats, penguatan bahasa Arab, pembentukan adab dan karakter melalui kehidupan asrama, pembiasaan ibadah dan kedisiplinan, serta pembinaan dakwah dan kepemimpinan. Teknologi dan metode pembelajaran modern dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung proses pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi dayah.

Jenjang Pendidikan

Dayah Jaziratul Qur’an menyelenggarakan pendidikan tingkat Tsanawiyah sebagai bagian dari upaya membina generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, jenjang pendidikan Tsanawiyah di Dayah Jaziratul Qur’an berinduk dan berada dalam naungan Pondok Pesantren Terpadu Almujaddid sehingga sistem pendidikan, pembinaan, dan legalitas akademiknya terhubung dengan lembaga induk tersebut.

Kepemimpinan dan Pengelolaan

Dalam pengelolaannya, Yayasan memberikan amanah kepada Ustadz Muhammad Khalidin, S.Ag., M.F.U sebagai Pengasuh I dan Ustadz Ramadhan Alhafiz, S.Sos sebagai Pengasuh II. Kepemimpinan dayah dijalankan secara kolektif dengan semangat musyawarah, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga arah pendidikan dan pengembangan lembaga. Adapun Yayasan Pesantren Terpadu Almujaddid dipimpin oleh Ustadz Irsalullah Yusuf, S.Th.I selaku Ketua Yayasan, bersama Ustadz Ifan Syafiuddin, S.H.I selaku pimpinan Pesantren Terpadu Almujaddid beserta seluruh pengurus dan elemen yang terlibat dalam pengembangan dayah.

Di tanah paling barat Indonesia, Dayah Jaziratul Qur’an hadir sebagai ikhtiar menyalakan cahaya Al-Qur’an dalam kehidupan umat; menjadi rumah pembinaan ruhani dan peradaban, tempat tumbuhnya insan-insan yang menjaga ilmu dengan adab, menghidupkan dakwah dengan hikmah, serta menjadikan pengabdian sebagai jalan menuju ridha Allah SWT dan kemaslahatan umat.

MOTTO DAYAH JAZIRATUL QURAN

“Bersinar dengan Al-Qur’an, Berilmu, Beradab, dan Berkhidmat.”

VISI

Menjadi dayah Qurani berbasis turats yang melahirkan generasi berilmu, beradab, mahir berbahasa Arab, serta siap berkhidmat bagi agama, umat, dan peradaban.

MISI

1. Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan khazanah turats ulama dalam manhaj Ahlussunnah wal Jamaah secara mendalam, bertahap, dan berkesinambungan.

2. Membina santri agar unggul dalam hafalan Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi, sosial, dan dakwah.

3. Mengembangkan kemampuan bahasa Arab santri secara aktif sebagai bahasa ilmu, komunikasi, dan pengkajian keislaman.

4. Membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, disiplin, mandiri, cinta ilmu, serta memiliki semangat dakwah dan pengabdian kepada umat.

5. Menanamkan wawasan keislaman dan kepedulian terhadap tantangan zaman agar santri mampu berperan dalam membangun peradaban umat.

6. Mengintegrasikan tradisi pendidikan pesantren dengan metode pembelajaran dan teknologi yang bermanfaat sebagai sarana penguatan ilmu, dakwah, dan pelayanan umat.

Program Unggulan

1. Tahfiz 10 Juz per tahun

2. Menguasai Kitab Turast Dasar (Kitab Kuning)

3. Mahir Bahasa Arab Lisan dan Tulisan

4. Hafal Hadis Arba’in Annawawiyyah

5. Mahir Public Speaking (MC dan Pidato)

Kegiatan Harian di Dayah Jaziratul Qur’an

Waktu Kegiatan
04.20-05.00 Persiapan Subuh, Tahajjud, dan Shalat Subuh Berjamaah
05.00-07.00 Tahfiz Al-Qur’an (Ziyadah Hafalan Baru)
Target hafalan satu halaman per hari
07.00-08.00 Olahraga, Kebersihan, dan Sarapan
08.00-10.00 Pelajaran Kitab Kuning (Sesi Pagi)
10.00-10.30 Istirahat
10.30-11.30 Bahasa Arab Intensif dan Kitab Kuning
11.30-12.30 Istirahat (Qailulah)
12.30-14.00 Shalat Dzuhur dan Makan Siang
14.00-16.00 Belajar Sesi Siang (Masuk Kelas)
16.00-16.15 Shalat Ashar dan Dzikir
16.15-17.30 Murajaah Hafalan Al-Qur’an
Pengulangan hafalan untuk disetorkan pada malam hari
17.30-18.30 Kebersihan Lingkungan, Olahraga, Makan Malam, dan Persiapan Maghrib
18.30-18.45 Shalat Maghrib Berjamaah
18.45-21.00 Setoran Murajaah Hafalan Al-Qur’an dan Ziyadah Hafalan Baru
21.00-21.30 Shalat Isya Berjamaah
21.30-22.00 Mufradat/Muhadasah, Doa Malam, dan Istirahat

Kegiatan Mingguan

  • Muhadharah
  • Tausiyah
  • Muhadasah
  • Menghafal di Pantai

Kegiatan Bulanan

  • Tahsin
  • Tasmi’
  • Daurah
  • Mukhayyam (Kemah Qurani)
  • Khataman

SYARAT PENDAFTARAN DAN KETENTUAN BEASISWA FULL

Dayah Jaziratul Qur’an membuka kesempatan bagi calon santri untuk mendapatkan program beasiswa penuh (full scholarship) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Calon santri wajib memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan memenuhi kualifikasi dasar untuk mengikuti program tahfiz Al-Qur’an dan Kitab Kuning.
  2. Penerima beasiswa full akan mengikuti evaluasi hafalan (persemester 5 juz) dan pembinaan Kitab Kuning setiap semester. Beasiswa akan tetap diberikan apabila santri mampu mencapai target dan standar yang telah ditetapkan.
  3. Apabila santri tidak mencapai target evaluasi yang telah ditentukan, maka status beasiswa penuh dapat dicabut atau ditinjau kembali sesuai kebijakan dayah.
  4. Bagi calon santri yang belum memenuhi kualifikasi program beasiswa penuh atau tidak mencapai target evaluasi yang telah ditentukan, tetap dapat mengikuti pendidikan di Dayah Jaziratul Qur’an melalui program biaya partial atau pembayaran sebagian biaya pendidikan.
  5. Beasiswa full tidak mencakup biaya perlengkapan pribadi santri seperti lemari, kasur, dan kitab, yang menjadi tanggungan masing-masing santri.
  6. Beasiswa full yang ditanggung meliputi: Biaya makan, Iuran Pangkal per tahun, dan Infaq Pembangunan.
  7. Adapun program biaya partial atau pembayaran sebagian biaya pendidikan (setengah dari harga normal) meliputi:
    1. Biaya Makan: 550.000
    2. Iuran Pangkal: 650.000
    3. Infaq Pembangunan: 800.000

BERKAS DAN DOKUMEN

Calon santri diwajibkan melengkapi beberapa dokumen administrasi sebagai berikut:

  1. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  2. Fotokopi Akta Kelahiran
  3. Fotokopi Kartu Identitas Anak (KIA)
  4. Pas foto ukuran 3×4
  5. Fotokopi KTP orang tua/wali
  6. Fotokopi BPJS
  7. Menandatangani surat pakta integritas yang telah ditetapkan oleh pihak dayah

TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI

Tahapan Tanggal
Pendaftaran 1 Juni - 30 Juni
Seleksi Masuk 1 Juli – 2 Juli
Pengumuman hasil Seleksi 5 Juli
Pendaftaran Ulang 6 Juli – 12 Juli

Kouta Maksimal Penerimaan Santri Baru Dayah Jaziratul Quran hanya 20 orang.

Untuk mendaftar silakan hubungi narahubung di bawah ini dan akan dikirimkan form pendaftaran santri baru.

Narahubung Pendaftaran Santri Baru:

DUKUNGAN WAKAF DAN WALI ASUH SANTRI

Dayah Jaziratul Qur’an membuka kesempatan bagi para dermawan dan kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan pembangunan dayah melalui program wakaf, infak, sedekah, maupun wali asuh santri. Dukungan yang diberikan diharapkan menjadi bagian dari amal jariyah dalam membangun pendidikan Al-Qur’an dan melahirkan generasi penjaga agama di masa mendatang. Seluruh penyaluran dana dan program kepedulian sosial akan dikelola melalui LAZISWAF Almujaddid (Lazizwaf Almujaddid: 0853 1844 7415) secara amanah dan bertanggung jawab. Bagi para muhsinin yang ingin berkontribusi dalam pembangunan dayah atau menjadi wali asuh santri, dipersilakan untuk menghubungi pihak Dayah Jaziratul Qur’an atau LAZISWAF Almujaddid.

bagus kan? ayo komen

0 Komentar