Sabang, 29 Agustus 2026 — Pesantren Terpadu Al-Mujaddid terus mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran kelas. Salah satu kegiatan tersebut adalah Ekstrakurikuler Memasak yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu.
Kegiatan ekstrakurikuler memasak kali ini diikuti oleh 11 orang peserta didik dan dibimbing oleh tiga pembimbing, yaitu Ustadzah Miftahul Jannah, Ustadzah Ida Susanti, dan Ustadzah Hudzaifah.
Belajar Menulis Resep Sebelum Praktik
Dalam pelaksanaannya, Ekstrakurikuler Memasak memiliki pola kegiatan yang dilakukan secara bertahap. Pada minggu pertama, peserta didik diarahkan untuk menulis resep makanan yang akan dibuat. Selanjutnya, pada minggu berikutnya, resep tersebut akan dipraktikkan secara langsung bersama para pembimbing.
Pada pertemuan Sabtu ini, para peserta didik mendapatkan tugas untuk menulis resep Lumpia Tahu. Mereka mencatat bahan-bahan yang diperlukan, takaran, serta langkah-langkah pembuatannya sebagai persiapan sebelum memasuki tahap praktik pada pertemuan berikutnya.
Melatih Ketelitian dan Pemahaman Proses Memasak
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Para santriwati tampak serius mencatat setiap bahan dan tahapan pembuatan resep yang diberikan.
Selain mengenalkan keterampilan memasak, kegiatan ini juga melatih peserta didik untuk memahami proses pembuatan makanan secara sistematis, mulai dari mengenal bahan, memahami takaran, mencatat urutan pengerjaan, hingga mempersiapkan proses pengolahan makanan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik juga dilatih untuk mengembangkan ketelitian, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab sebelum melakukan praktik memasak secara langsung.
Bekal Keterampilan untuk Kehidupan Sehari-hari
Ekstrakurikuler Memasak diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi para santriwati untuk mengembangkan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Pesantren Terpadu Al-Mujaddid berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan produktif.
Melalui pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dari menulis resep hingga praktik langsung, para santriwati diharapkan dapat memahami proses memasak dengan lebih baik serta semakin percaya diri untuk mencoba berbagai kreasi makanan.
“Belajar dari resep, terampil melalui praktik, dan tumbuh menjadi santriwati yang kreatif serta mandiri.”
Jurnalis:
Hudzaifah Sadira Hutomo
bagus kan? ayo komen
0 Komentar