Tuntaskan Pendidikan S2, Ustadz Chairil dan Ustadz Jarwin Teguhkan Komitmen Pengabdian di Al-Mujaddid

SABANG, 20 September 2026 — Menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi Ustadz Chairil dan Ustadz Jarwin Asmarantoni, pengajar di Pesantren Terpadu Al-Mujaddid. Keduanya telah menyelesaikan pendidikan S2 dan mengikuti prosesi yudisium yang dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Bagi Ustadz Chairil, pencapaian tersebut menjadi momen yang penuh kebahagiaan setelah melalui proses pendidikan yang telah lama diimpikan. Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyelesaikan pendidikan S2 dan berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Pesantren Terpadu Al-Mujaddid.

“Senang dan bahagia bisa mencapai studi yang sudah lama diimpikan,” ungkap Ustadz Chairil.

Setelah menyelesaikan pendidikan magister, Ustadz Chairil berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan di lingkungan Al-Mujaddid. Baginya, ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat diterapkan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Sementara itu, Ustadz Jarwin Asmarantoni memaknai selesainya pendidikan S2 sebagai sebuah nikmat yang patut disyukuri. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Allah SWT atas segala kemudahan yang diberikan selama menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta kepada pimpinan yang telah memberikan dukungan selama masa pendidikan.

Menurutnya, berakhirnya pendidikan formal bukan berarti proses belajar juga berakhir. Justru, pengalaman selama menempuh pendidikan membuatnya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dan dikembangkan.

“Dalam belajar tidak ada batas umur. Selagi masih bisa belajar, maka harus dipelajari,” ujarnya.

Ustadz Jarwin juga memandang yudisium bukan sekadar akhir dari status administrasi sebagai mahasiswa, tetapi menjadi momentum untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam lingkungan pendidikan. Ia menilai pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, melainkan juga melalui proses pengabdian dan penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menjalankan pengabdiannya di Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, Ustadz Jarwin berharap dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren serta istiqamah dalam menjalankan setiap kewajibannya.

“Harapan kami tidak muluk-muluk, bisa bermanfaat untuk pesantren saja, istiqamah menjalankan kewajiban, dan selalu berhusnuzan bahwa seluruh santri adalah butiran-butiran emas yang sedang dipilah,” tuturnya.

Pencapaian Ustadz Chairil dan Ustadz Jarwin menjadi bagian dari semangat keluarga besar Pesantren Terpadu Al-Mujaddid untuk terus meningkatkan kapasitas pendidik. Gelar akademik yang diraih diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan pengabdian di lingkungan pesantren.



Narasumber:
Chairil S.Pd.I, M.Pd
Jarwin Asmarantoni S.Pd.I, M.Pd

Jurnalis:
Hudzaifah Shadira Hutomo

bagus kan? ayo komen

0 Komentar

Posting Komentar