SABANG, 8 September 2026 — Semangat menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan oleh santriwan dan santriwati Pesantren Terpadu Al-Mujaddid melalui aksi penanaman mangrove bersama jajaran TNI Angkatan Udara (TNI AU) di kawasan pesisir Jaboi, Sabang, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan utama berupa penanaman bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Jaboi. Kegiatan diikuti oleh santriwan dan santriwati Pesantren Terpadu Al-Mujaddid bersama jajaran TNI AU, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Sebanyak 30 peserta dari Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, yang terdiri atas 14 santriwan, 13 santriwati, dan 3 pendamping, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Setelah pembukaan, para santri bersama anggota TNI AU dan masyarakat terlibat langsung dalam proses penanaman bibit mangrove. Dengan bekerja sama dan saling membantu, mereka menanam bibit di kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan alami pantai.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran TNI AU bersama tokoh masyarakat turut menyampaikan pentingnya menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan. Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi dan erosi akibat hantaman gelombang laut, sekaligus menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir.
Selain berfungsi sebagai pelindung alami pantai, kawasan mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota seperti ikan, kepiting, dan udang. Keberadaan mangrove turut membantu menjaga kualitas perairan dengan menahan sedimen dan menyaring berbagai material sebelum terbawa ke laut.
Bagi para santri, kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas penghijauan, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran di luar kelas. Mereka dapat memahami secara langsung bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda.
Penanaman mangrove juga memiliki manfaat dalam menghadapi perubahan iklim karena ekosistem mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Dengan demikian, upaya penghijauan pesisir menjadi langkah nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi antara TNI AU, Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, dan masyarakat, kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, ini diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga kelestarian pesisir Jaboi serta menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan kepedulian lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata, dengan melibatkan santri secara langsung dalam menjaga alam dan lingkungan di sekitar mereka.
Penulis :
Rhadito

bagus kan? ayo komen
0 Komentar