SABANG, 17 September 2026 — Menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan mengabdi menjadi pencapaian tersendiri bagi Ustadz Fajru Ramadhan. Dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang, ia berhasil meraih IPK 3,67 dengan predikat cumlaude dan menjadi salah satu mahasiswa yang lebih dahulu menyelesaikan pendidikan di angkatannya.
Dari 24 mahasiswa dalam satu angkatan, baru empat orang yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda. Ustadz Fajru menjadi salah satu dari empat mahasiswa tersebut, sekaligus mencatatkan pencapaian akademik dengan predikat cumlaude.
Selama masa perkuliahan, Ustadz Fajru tidak hanya berstatus sebagai mahasiswa. Di Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, ia juga menjalankan amanah sebagai guru dan pengasuh asrama. Aktivitas mengajar dan mendampingi santri menjadi bagian dari kesehariannya, sementara di sisi lain tuntutan perkuliahan tetap harus diselesaikan.
Kondisi tersebut membuat pengaturan waktu menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Ia membagi waktu berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas. Ketika pekerjaan pesantren telah selesai, waktu yang tersisa digunakan untuk mengerjakan tugas perkuliahan hingga penyusunan skripsi.
“Kuncinya menurut saya adalah disiplin waktu dan berusaha menyelesaikan setiap tanggung jawab sesuai waktunya,” ujar Ustadz Fajru Ramadhan.
Masa penyusunan skripsi menjadi salah satu fase yang cukup menguras waktu dan tenaga. Setelah menyelesaikan berbagai aktivitas di pesantren, ia masih harus menyediakan waktu untuk menyelesaikan penelitian dan berbagai persiapan akademik. Waktu malam pun menjadi salah satu kesempatan yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan kuliah.
Meski demikian, perjalanan tersebut dijalani dengan berusaha menjaga konsistensi dan menghindari kebiasaan menunda pekerjaan. Baginya, setiap waktu yang tersedia perlu dimanfaatkan sebaik mungkin agar tanggung jawab sebagai mahasiswa maupun sebagai bagian dari keluarga besar pesantren tetap dapat berjalan.
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan, Ustadz Fajru mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. Predikat cumlaude dan kesempatan untuk wisuda lebih dahulu dari sebagian besar teman seangkatan menjadi hasil dari proses yang telah ia jalani selama masa perkuliahan.
“Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang menjadi lebih dulu selesai, tetapi juga menjadi hasil dari proses, perjuangan, dan usaha selama menjalani kuliah sambil tetap menjalankan tanggung jawab di pesantren,” ungkapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua, dosen, teman-teman, serta keluarga besar Pesantren Terpadu Al-Mujaddid yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Ustadz Fajru berharap pencapaian yang diraihnya tidak berhenti sebagai sebuah hasil akademik, tetapi dapat menjadi dorongan untuk terus mengembangkan diri dan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Semoga apa yang saya dapatkan bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Narasumber:
Fajru Ramadhan, S.H.
Jurnalis:
Hudzaifah Shadira Hutomo
bagus kan? ayo komen
0 Komentar